Kembali ke Insights
CRM & Retention5 Juli 2024By Avantera Creative Strategy Team

Berhenti Cari Customer Baru Terus. Jualan ke Database Lama Lo.

Nyari pembeli baru itu mahal. Jualan ke pembeli lama itu murah. Kenapa database WhatsApp lo adalah harta karun yang nganggur.

Wawasan Strategis Utama

Nyari pembeli baru itu mahal. Jualan ke pembeli lama itu murah. Kenapa database WhatsApp lo adalah harta karun yang nganggur.

Ada sebuah realita yang cukup membingungkan namun sangat umum terjadi di dunia e-commerce lokal: mayoritas brand rela menghabiskan 90% tenaga, waktu tim kreatif, dan anggaran marketing mereka hanya untuk mengejar dan merayu pelanggan baru. Sementara itu, tanpa disadari, ada sebuah 'harta karun' bernilai ratusan juta berupa database ribuan pelanggan lama yang dibiarkan menganggur, berdebu di dalam file Excel atau sistem kasir tanpa pernah disapa lagi.

Faktanya, berkat perubahan privasi dan persaingan yang makin brutal, biaya akuisisi (mendapatkan pelanggan baru) di Meta Ads maupun TikTok Ads saat ini sudah meroket tajam tak terkendali. Belum pernah sejarahnya mencari pelanggan baru semahal ini. Di sisi lain, mari kita lihat dari kacamata psikologi konsumen: berjualan kepada orang yang sudah pernah mentransfer uang ke rekening Anda, sudah mencoba produk Anda, dan terbukti puas dengan pelayanannya, adalah hal yang jauh lebih mudah—dan biayanya hampir gratis.

"Meningkatkan retensi pelanggan sebesar 5% saja dapat melesatkan total keuntungan perusahaan hingga lebih dari 25%."

Jika Anda ingin segera menyehatkan arus kas perusahaan bulan ini, mulailah serius merancang strategi Customer Relationship Management (CRM). Rapikan database berantakan Anda. Buatlah segmentasi (misalnya: pelanggan yang beli bulan lalu, pelanggan VIP, pelanggan yang sudah 6 bulan hilang). Lalu, sapa mereka secara personal lewat WhatsApp Marketing atau Email Newsletter.

Jangan cuma mengirim pesan spam jualan. Berikan mereka privilese, seperti akses eksklusif pembelian produk baru H-1 sebelum dirilis ke publik, voucher diskon khusus loyalty, atau sekadar pesan ramah menanyakan pengalaman mereka memakai produk Anda. Ubah pembeli sekali-lewat menjadi loyalis garis keras. Berhentilah menuangkan air mahal ke dalam ember yang bocor; tambal dulu ember Anda dan rawatlah orang-orang yang sudah percaya pada brand Anda.

Siap Menerapkan Insights Ini Pada Brand Anda?

Hubungi tim strategi kami untuk mendiskusikan tujuan kampanye dan kebutuhan kreator Anda.

Mulai Proyek
Berhenti Cari Customer Baru Terus. Jualan ke Database Lama Lo. - Avantera Insights