Kembali ke Insights
Creative Production18 April 2024By Avantera Creative Strategy Team

Bikin Konten UGC yang Gak Terasa Kayak Iklan Murahan

UGC itu ngefek banget, asalkan otentik. Kalau lo masih ngasih script kaku ke kreator, siap-siap boncos.

Wawasan Strategis Utama

UGC itu ngefek banget, asalkan otentik. Kalau lo masih ngasih script kaku ke kreator, siap-siap boncos.

User Generated Content (UGC) saat ini adalah anak emas dan senjata rahasia di dunia digital marketing modern. Jika dieksekusi dengan benar, UGC bisa menghasilkan tingkat konversi yang luar biasa berkat social proof yang sangat kuat. Sayangnya, mayoritas brand justru menghancurkan potensi UGC mereka sendiri bahkan sebelum kamera kreator mulai merekam. Bagaimana bisa? Karena mereka menyodorkan naskah (script) kaku ala korporat yang memaksa kreator berbicara layaknya SPG di pameran atau sales panci di TV.

Inti dan fondasi utama dari UGC adalah otentisitas. Konten tersebut harus terlihat seperti manusia nyata yang membagikan pengalaman nyata mereka, entah itu direkam di kamar yang sedikit berantakan atau di mobil. Begitu kreator terlihat seperti sedang menghafal teks atau menggunakan bahasa marketing yang tidak natural (seperti "sinergi" atau "terdepan di kelasnya"), alarm di otak audiens akan langsung berbunyi. Konsumen hari ini memiliki radar instan untuk mendeteksi iklan palsu. Mereka akan langsung melakukan swipe dalam hitungan milidetik.

"Kalau Anda butuh video yang sempurna tanpa cela, sewalah aktor. Tapi kalau Anda butuh UGC, Anda harus berani melepaskan kontrol."

Lalu, bagaimana pendekatan yang benar? Di agency kami, kami sangat mengharamkan pembuatan script kata-per-kata untuk kreator UGC. Sebagai gantinya, kami memberikan "Concept Brief" (Arahan Konsep). Kami hanya memberi tahu mereka apa masalah utama yang dipecahkan oleh produk ini, 2-3 keunggulan utamanya, aturan dasar visual yang tidak boleh dilanggar, dan setelah itu—kami mundur.

Kami justru membebaskan mereka untuk menggunakan bahasa tongkrongan mereka sendiri, angle kamera andalan mereka, dan gaya bercerita mereka yang khas. Memang, bagi seorang Brand Manager, melepaskan kontrol kreatif itu rasanya sangat menakutkan. Video akhirnya mungkin sedikit kurang rapi, pencahayaannya tidak sekelas bioskop, dan gaya bicaranya terlalu santai. Tapi justru sisi 'berantakan' dan natural itulah yang membuatnya berhasil. Video UGC yang mentah dan otentik ini dijamin akan selalu mengalahkan video iklan studio senilai puluhan juta rupiah di medan pertempuran sosial media.

Siap Menerapkan Insights Ini Pada Brand Anda?

Hubungi tim strategi kami untuk mendiskusikan tujuan kampanye dan kebutuhan kreator Anda.

Mulai Proyek
Bikin Konten UGC yang Gak Terasa Kayak Iklan Murahan - Avantera Insights